Kamis, 07 November 2013

Anggota DPR koruptor Menjadi Polemik Di Masyarakat

Anggota DPR koruptor menjadi polemik di masyarakat, karena mendapatkan dana pensiun.

Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR Ali Maschan Moesa menjelaskan, anggota DPR tidak mendapatkan dana pensiun bila pihaknya memberhentikan dengan tidak hormat.

"Hanya, rata-rata mereka mundur dulu sebelum diputus BK, jadi dapat pensiun seumur hidup," kata Ali ketika dikonfirmasi, Kamis (7/11/2013).

Ali menyebutkan anggota DPR bermasalah yang mundur, sehingga mendapatkan dana pensiun. Mereka adalah Arifinto (PKS); Panda Nababan (PDIP); Arsyad Syam (Demokrat); Widjono Hardjanto (Gerindra); Wa Ode Nurhayati (PAN); dan Muhammad Nazaruddin (Demokrat).

"Pokoknya semua anggota DPR ini berhak mendapat pensiun, kalau berhenti terhormat. Kalau tidak terhormat, mundur duluan sebelum tanggal keputusan BK. Akhirnya, keputusan BK tidak berlaku," paparnya.

Menurut Alie, pihaknya sudah menerapkan aturan mengenai dana pensiun dan UU MD3. Namun, setelah diputuskan BK, surat dari pemerintah tidak turun.

Ali menambahkan, aturan UU MD3 mengenai anggota dewan sedang direvisi. Namun ia mengaku tidak mengetahui apakah dana pensiun masuk dalam revisi tersebut atau tidak.

"Kalau ada LSM yang akan memberikan masukan, toh masih bisa. Ini belum masuk prolegnas (Program Legislasi Nasional), sehingga teman-teman LSM yang mau berikan masukan, kami welcome," beber politisi PKB.

Selasa, 01 Oktober 2013

Direktur Balap MotoGP

Direktur Balap MotoGP akan meminta keterangan dua pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, menyusul insiden senggolan yang melibatkan keduanya di MotoGP Aragon, Minggu 29 September 2013.

Pedrosa mengalami kecelakaan hebat saat balapan MotoGP Aragon berlangsung enam lap. Pihak Pedrosa mengklaim kecelakaan itu terjadi setelah bagian belakang motor milik runner-up MotoGP 2012 itu tersenggol Marquez di tikungan ke-12.

Akibat senggolan tersebut, kabel sensor kontrol cengkraman ban belakang motor Pedrosa rusak. Alhasil, pembalap 28 tahun itu terlempar ke udara ketika berusaha menarik gas. Padahal Pedrosa sedang berada di posisi kedua, di belakang pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo.

Usai balapan di Aragon, pihak MotoGP langsung melakukan investigasi. Untuk menganalisa kecelakaan itu lebih dalam, Crash.net melansir Direktur Balap MotoGP akan memanggil Pedrosa dan Marquez. Keduanya akan dimintai keterangan di sela-sela MotoGP Sepang, 11-13 Oktober 2013.

Kecelakaan di Aragon membuat peluang Pedrosa meraih gelar juara dunia MotoGP 2013 semakin tipis. Dengan menyisakan empat seri, Pedrosa saat ini berada di posisi ketiga dan tertinggal 59 poin dari Marquez di puncak klasemen.

"Marquez selalu melewati batas ketika berusaha menyalip pembalap di depannya. Ada pembalap yang menghormati peraturan. Anda tidak sendirian di luar sana. Trek bukan hanya milik Anda sendiri," ujar Pedrosa usai balapan.

Marquez sendiri mengaku bersalah dan sudah mengucapkan permintaan maaf kepada Pedrosa. Pembalap 20 tahun itu menganggap insiden senggolan di Aragon sebagai "nasib buruk".